Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Desa/Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC) serta Pemetaan Anggaran AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) pada tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bapperida pada Kamis, 2 Juli 2026 ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembentukan Desa/Kelurahan Siaga Tuberkulosis sebagai salah satu strategi pengendalian TBC berbasis masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk melakukan pemetaan anggaran program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di tingkat desa dan kelurahan guna mendukung perencanaan program yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Pembentukan Desa/Kelurahan Siaga TBC diharapkan mampu meningkatkan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, desa dan kelurahan diharapkan menjadi garda terdepan dalam memperkuat deteksi dini kasus, pendampingan pasien, edukasi kepada masyarakat, serta mendorong kepatuhan pengobatan.
Di sisi lain, pemetaan anggaran program ATM menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi potensi dukungan pembiayaan di tingkat desa dan kelurahan. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat sinergi pendanaan antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, perangkat kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan upaya penanggulangan TBC di Kabupaten Pasuruan dapat dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pencapaian target eliminasi Tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2030.
Bagikan