Pemerintah Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang diwakili oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung pada Selasa, 14 April 2026. Bertempat di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Pasuruan, pertemuan ini menjadi forum strategis untuk berbagi pengalaman terkait pengembangan potensi kopi sebagai komoditas unggulan kawasan.
Kunjungan ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan kajian pengembangan potensi kopi di kawasan Selingkar Wilis, Kabupaten Tulungagung. Guna memberikan gambaran yang komprehensif, Bapperida Kabupaten Pasuruan menghadirkan sejumlah perangkat daerah lintas sektor, meliputi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan. Seluruh instansi tersebut memberikan pemaparan mendalam mengenai aspek pengembangan kopi dari hulu hingga ke hilir.
Kabupaten Pasuruan sendiri dikenal memiliki potensi kopi yang sangat besar, baik jenis Robusta maupun Arabika. Potensi tersebut tersebar di delapan kecamatan, yakni Puspo, Tutur, Lumbang, Purwodadi, Purwosari, Pasrepan, Prigen, dan Tosari. Kualitas kopi Pasuruan pun telah diakui secara nasional melalui Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM, yaitu Kopi Robusta Pasuruan (2018) dan Kopi Arabika Pasuruan (2022).
Selain keunggulan geografis, Pemerintah Kabupaten Pasuruan membagikan strategi penguatan ekosistem kopi yang telah dijalankan, antara lain:
- Pembinaan rutin bagi kelompok tani.
- Pembangunan kemitraan strategis dengan berbagai lembaga.
- Dukungan anggaran pemerintah.
- Langkah administratif meliputi pendaftaran hak merek.
- Penguatan riset, inovasi, dan akses pendanaan bagi para pelaku usaha kopi.
Turut hadir pula Moch. Husni Hasyim, owner Pusporeso sekaligus inovator di balik inovasi "MANGKAS KOPI" (Manfaatkan Galon Bekas dalam Fermentasi Kopi). Sebagai sosok yang pernah meraih berbagai penghargaan seperti Finalis Kontes Kopi Spesialti Indonesia 2023 dan Juara Inotek Award Jatim, beliau memaparkan pentingnya manajemen pasca-panen. Menurutnya, proses fermentasi terkontrol, sortasi, hingga grading green bean adalah kunci utama dalam meningkatkan nilai jual dan menghasilkan cita rasa kopi yang optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi dan pertukaran pengetahuan antar-daerah yang berkelanjutan. Pengembangan komoditas kopi diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan kuantitas produksi, tetapi juga mampu mendorong nilai tambah ekonomi, kesejahteraan petani, serta daya saing kopi lokal di pasar internasional.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini