Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Tahun 2026 pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menjadi bagian dari fasilitasi daerah prioritas dalam rangka percepatan penurunan stunting melalui Program INEY Fase II.
Rapat koordinasi dihadiri oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pasuruan, perangkat daerah, Kementerian Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, kecamatan dan desa, puskesmas, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, serta mitra dunia usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapperida Kabupaten Pasuruan memaparkan strategi dan kebijakan percepatan penurunan stunting Tahun 2026. Paparan tersebut meliputi penguatan kebijakan daerah, penetapan lokus prioritas intervensi, analisis capaian prevalensi stunting, penyusunan rencana aksi lintas sektor, hingga penguatan kolaborasi bersama mitra Corporate Social Responsibility (CSR).
Pada tahun 2026, penanganan stunting difokuskan pada 8 kecamatan, 10 puskesmas, dan 25 desa lokus stunting yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis data serta tingkat risiko wilayah. Penetapan lokus ini diharapkan mampu memastikan setiap intervensi dilaksanakan secara lebih tepat sasaran sehingga memberikan dampak nyata bagi keluarga yang berisiko stunting.
Berdasarkan hasil Bulan Timbang Februari 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan tercatat sebesar 3,56 persen dengan jumlah 3.575 balita stunting yang tersebar di 24 kecamatan. Data tersebut menjadi dasar dalam memperkuat pemetaan sasaran sekaligus meningkatkan kualitas intervensi yang terukur dan berkelanjutan.
Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pasuruan dilaksanakan secara terpadu melalui kolaborasi 10 perangkat daerah dan 24 kecamatan. Berbagai intervensi dilakukan secara konvergen, meliputi bidang kesehatan, gizi, ketahanan pangan, air minum dan sanitasi, perumahan layak huni, pendidikan, perlindungan sosial, administrasi kependudukan, hingga komunikasi perubahan perilaku. Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan stunting di tingkat keluarga dan desa.
Selain dukungan pemerintah, terdapat 23 mitra CSR yang turut berkolaborasi dalam mendukung berbagai program percepatan penurunan stunting. Keterlibatan dunia usaha diharapkan mampu memperluas jangkauan intervensi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Pasuruan.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterpaduan data, ketepatan sasaran, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa.
Dengan sinergi yang semakin kuat dan berkelanjutan, Kabupaten Pasuruan berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas stunting sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkualitas.
Bagikan