Bapperida Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Laporan Akhir Kajian Revitalisasi Apel di Kecamatan Tutur pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Nongkojajar, Kecamatan Tutur. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Bapperida Kabupaten Pasuruan dengan Universitas Brawijaya dalam penyusunan rekomendasi kebijakan guna mendukung pengembangan kembali komoditas apel sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Pasuruan.
FGD dihadiri oleh perangkat daerah terkait, Kecamatan Tutur, penyuluh pertanian, kelompok tani, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam pengembangan komoditas apel di Kecamatan Tutur. Melalui forum ini, para peserta memberikan masukan dan tanggapan terhadap hasil kajian yang telah disusun guna memperkaya rekomendasi yang akan menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan pengembangan apel ke depan.
Berdasarkan hasil kajian, Kecamatan Tutur masih memiliki potensi yang besar sebagai sentra pengembangan apel. Potensi tersebut didukung oleh kondisi agroklimat yang sesuai, pengalaman petani yang memadai, serta peluang pengembangan sektor hilir dan agrowisata berbasis apel.
Meski demikian, kajian juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pengembangan komoditas apel, antara lain menurunnya produktivitas akibat usia tanaman yang semakin tua, tingginya biaya produksi, terbatasnya regenerasi petani, dampak perubahan iklim, serta persaingan dengan produk apel dari luar daerah maupun impor.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, kajian merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, meliputi peremajaan tanaman apel, peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan dan kemitraan usaha, pengembangan industri pengolahan dan pemasaran, penyediaan sarana pascapanen, serta penguatan branding Apel Tutur sebagai komoditas unggulan Kabupaten Pasuruan.
Melalui FGD ini diharapkan rekomendasi yang dihasilkan semakin komprehensif dan mampu menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan serta program pembangunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan komoditas apel di Kecamatan Tutur diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan nilai tambah, sekaligus mendorong kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Kecamatan Tutur sebagai sentra apel unggulan di Kabupaten Pasuruan.
Bagikan